Selasa, 30 Desember 2025

 

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN  ANALISIS EFEKTIVITAS PERCONTOHAN

 

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 


 


OLEH :

RAMLAH, S.Pi

NIP. 19779894 200604 2 006

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Satminkal Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi

Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan

 

2025

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN

ANALISIS EFEKTIVITAS PERCONTOHAN

 

 

 

 

 

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

 

Desa Suato Lama, Kecamatan Salam Babaris memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, terutama dengan tersedianya lahan kolam dan sumber air yang mendukung kegiatan budidaya ikan air tawar. Meskipun demikian, beberapa kendala masih sering dihadapi oleh petani ikan, antara lain rendahnya tingkat kelangsungan hidup (survival rate) benih setelah ditebar, proses aklimatisasi yang belum dilakukan secara benar, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai teknik budidaya yang sesuai standar.

Benih ikan yang langsung ditebar tanpa proses aklimatisasi yang tepat sering mengalami stres akibat perbedaan suhu dan kualitas air antara wadah pengangkutan dengan kolam. Hal ini berdampak pada tingginya angka kematian benih. Oleh karena itu, percontohan aklimatisasi dan penebaran benih ikan di Desa Suato Lama menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi petani ikan sekaligus menguji efektivitas metode yang diterapkan agar hasil budidaya dapat lebih optimal.

 

  1. 2. Tujuan Kegiatan

Kegiatan analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk:

  1. Mengetahui efektivitas prosedur aklimatisasi benih ikan sebelum penebaran.
  2. Menilai tingkat kelangsungan hidup dan adaptasi benih setelah penebaran di kolam percontohan.
  3. Mengidentifikasi faktor pendukung maupun penghambat dalam proses percontohan.
  4. Memberikan rekomendasi teknis untuk meningkatkan keberhasilan budidaya ikan di Desa Suato Lama.

 

B. METODE

  • 1. Proses atau Cara Penyelesaian Masalah

 

Upaya penyelesaian masalah dilakukan melalui beberapa tahapan analisis, yaitu:

a. Observasi Lapangan

  • Mengevaluasi kondisi kolam percontohan, termasuk kualitas air (kejernihan, suhu, pH), debit air, dan ketersediaan pakan alami.
  • Mengamati kesiapan sarana budidaya dan kelompok masyarakat yang terlibat.

b. Pengamatan Proses Aklimatisasi Benih

  • Menyamakan suhu antara air wadah pengangkutan dengan air kolam.
  • Menambahkan air kolam secara bertahap ke dalam wadah benih untuk menyesuaikan kondisi kimia air.
  • Mengamati perilaku benih selama proses aklimatisasi (tanda stres, gerakan tidak normal, mortalitas awal).

c. Pemantauan Proses Penebaran Benih

  • Mencatat jumlah benih, jenis ikan, ukuran, serta teknik penebaran yang dilakukan.
  • Mengamati respons awal benih saat dilepas di kolam.

d. Wawancara dengan Petani Ikan

  • Menggali pengalaman, kendala, serta tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknik aklimatisasi dan penebaran yang benar.

e. Monitoring Pasca-Penebaran

  • Melakukan pengamatan berkala untuk mengevaluasi survival rate, pertumbuhan awal, dan kondisi lingkungan.

f. Analisis Data

  • Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai efektivitas percontohan.

2. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan

  • Waktu pelaksanaan: dilaksanakan selama periode observasi lebih kurang 3 bulan (Agustus – Oktober) meliputi tahap persiapan, aklimatisasi, penebaran, dan monitoring awal.
  • Lokasi: Kolam percontohan di Desa Suato Lama, Kecamatan Salam Babaris, yang ditetapkan sebagai area uji coba oleh kelompok budidaya ikan setempat.

 

3. Kajian (Landasan Analisis)

Kajian analisis didasarkan pada prinsip dasar budidaya perikanan, yaitu:

  1. Aklimatisasi sebagai faktor penting dalam keberhasilan penebaran – Perbedaan lingkungan perairan dapat menyebabkan stres osmotik pada benih. Aklimatisasi yang benar menurunkan risiko mortalitas.
  2. Kualitas air sebagai penentu survival rate – Parameter seperti suhu, oksigen terlarut, pH, amonia, dan kekeruhan sangat memengaruhi tingkat adaptasi benih.
  3. Teknik penebaran yang sesuai – Penebaran harus dilakukan pada waktu yang tepat (pagi atau sore hari) dan dengan metode yang mengurangi stres.
  4. Peran kelompok masyarakat – Keterlibatan petani ikan dalam setiap proses meningkatkan keberlanjutan kegiatan budidaya.
  5. Konsep evaluasi efektivitas – Efektivitas dinilai dari kesesuaian prosedur, tingkat keberhasilan hidup benih, dan respons petani terhadap metode baru.

 

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil Kegiatan

Berdasarkan kegiatan percontohan yang telah dilaksanakan, diperoleh beberapa temuan:

  • Proses aklimatisasi berlangsung sesuai prosedur dengan durasi penyesuaian suhu dan kualitas air ±15–30 menit. Benih menunjukkan respons positif tanpa gejala stres berat.
  • Penebaran dilakukan pada waktu yang tepat (pagi/sore), sehingga risiko stres termal dapat diminimalkan.
  • Tingkat kelangsungan hidup benih pada pengamatan awal tergolong baik (silakan isi angka jika ada data, misalnya 85–95%).
  • Kondisi kualitas air kolam berada pada kisaran yang mendukung, dengan suhu stabil dan kejernihan cukup baik.
  • Petani ikan menunjukkan pemahaman yang lebih baik setelah diberikan penjelasan dan pendampingan selama proses percontohan.

2. Pembahasan

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode aklimatisasi yang diterapkan efektif dalam menurunkan tingkat stres pada benih. Penurunan stres tersebut berkontribusi signifikan terhadap tingginya survival rate pada minggu pertama setelah penebaran. Hal ini sesuai dengan prinsip budidaya bahwa perbedaan suhu dan kualitas air yang ekstrem dapat menyebabkan shock pada benih, sehingga aklimatisasi bertahap sangat penting.

Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat desa dalam kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman teknik budidaya yang lebih baik. Kolam percontohan yang dipilih memiliki kondisi lingkungan yang cukup memadai, sehingga mendukung keberhasilan penebaran.

Namun demikian, beberapa tantangan tetap teridentifikasi, seperti potensi fluktuasi kualitas air akibat curah hujan dan keterbatasan alat uji parameter air. Hal ini perlu mendapatkan perhatian pada kegiatan monitoring lanjutan.

 

D. KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. Proses aklimatisasi yang diterapkan dalam kegiatan percontohan terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres benih ikan sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada tahap awal penebaran.
  2. Penebaran benih yang dilakukan sesuai prosedur, terutama pemilihan waktu yang tepat dan metode pelepasan yang benar, memberikan hasil positif terhadap adaptasi awal benih di kolam percontohan.
  3. Partisipasi aktif petani ikan Desa Suato Lama dalam seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap teknik budidaya yang tepat, yang menjadi modal penting untuk keberlanjutan program.
  4. Secara keseluruhan, percontohan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kompetensi petani dan memberikan gambaran metode budidaya yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di desa tersebut.

 

SARAN

  1. Monitoring berkala perlu terus dilakukan, terutama terhadap parameter kualitas air dan tingkat kelangsungan hidup benih, untuk memastikan keberlanjutan hasil yang positif.
  2. Pelatihan tambahan bagi petani ikan mengenai manajemen kualitas air, pencegahan penyakit, dan manajemen pakan disarankan untuk meningkatkan kapasitas teknis kelompok budidaya.
  3. Pengadaan alat uji kualitas air sederhana (pH meter, DO meter, thermometer) sangat dianjurkan untuk mendukung pemantauan mandiri oleh kelompok petani.
  4. Diversifikasi jenis ikan dan uji coba skala lebih besar dapat dilakukan pada periode berikutnya untuk memaksimalkan potensi perikanan desa.
  5. Pemerintah desa dan dinas terkait perlu terus melakukan pendampingan serta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai agar praktik budidaya dapat berjalan optimal.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Afrianto, E., & Liviawaty, E. (2010). Penyakit Ikan dan Pencegahannya. Bandung: Penebar Swadaya.

Djokosetiyanto, D. (2008). Teknik Budidaya Ikan Air Tawar. Jakarta: Rineka Cipta.

Ghufran, M. (2015). Manajemen Kualitas Air dalam Budidaya Ikan. Yogyakarta: Andi Offset. Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2013). Pedoman Teknis Pembesaran Ikan Air Tawar. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Subandiyono & Hastuti. (2011). Prinsip Dasar Akuakultur. Semarang: Universitas Diponegoro Press.

 

 

 

 

 

 

Jumat, 21 Juni 2019

Budidaya Ikan Sistem mina padi


BUDIDAYA IKAN SISTEM MINAPADI


MINAPADI? Minapadi adalah suatu bentuk sistem usaha tani dalam bidang pertanian padi sawah dan budidaya ikan air tawar. Minapadi terdiri dari dua kata, yaitu “mina” yang berarti ikan dan “padi”, yang bisa diartikan sebagai gabungan budidaya ikan dengan padi. Minapadi merupakan gabungan (combined farming) antara dua budidaya dari komoditi yang berbeda, yakni budidaya tanaman padi sawah dengan budidaya ikan. Minapadi dapat dianalogikan sebagai sistem tumpangsari seperti pada tanaman budidaya pada umumnya. Bedanya minapadi adalah gabungan dari dua bidang usaha tani yang sama sekali berbeda, yaitu pertanian dan perikanan. Persamaannya antara tumpang sari dengan minapadi adalah memanfaatkan setiap ruang pada suatu lahan untuk meningkatkan efesiensi penggunaan lahan dengan tujuan meningkatkan penghasilan. Kedua sistem usaha tani ini sama-sama memanfaatkan satu lahan untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus. Dipandang dari kacamata agronomi, minapadi termasuk dalam sistem pertanaman campuran (polykultur).
Ikan Nila merupakan jenis ikan yang paling baik dipelihara di sawah, karena ikan tersebut dapat tumbuh dengan baik meskipun di air yang dangkal, serta lebih tahan terhadap matahari.
Agar pertumbuhan tanaman padi tidak terganggu, pemeliharaan ikan di sawah harus disesuaikan dengan sistem pengairan yang ada, sehingga produksi padi tidak terganggu. Sawah yang sesuai untuk mina padi adalah sawah yang berpengairan teknis maupun setengah teknis.
Usaha mina padi selain merupakan usaha yang menguntungkan, juga dapat meningkatkan pendapatan petani, serta membantu program pemerintah dalam usaha memenuhi gizi keluarga.
Selain itu, keuntungan yang didapat pada sistem mina padi ini di antaranya:
  1. Mengurangi hama penyakit pada tanaman padi seperti hama tikus, keong mas dan wereng.
  2. Lahan sawah menjadi subur dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara.
  3. Mengurangi penggunaan pupuk.
  4. Ikan dapat juga membatasi tumbuhnya tanaman lain yang bersifat kompetitor (pesaing) dengan padi dalam pemanfaatan unsur hara.
  5. Mengurangi biaya penyiangan tanaman liar.
Budi daya mina padi tidak terlalu berbeda dengan budi daya padi sawah biasa. Mulai dari penyemaian bibit hingga panen, semuanya relatif sama. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, berikut beberapa di antaranya:
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan tujuan untuk menambah kesuburan tanah dan menumbuhkan plankton-plankton sebagai pakan alami ikan.
  • Pemupukan Dasar. Pupuk kandang/kotoran ayam: 1-2 ton/ha sebagai pupuk dasar diberikan sesudah pengolahan tanah. Pupuk buatan dapat diberikan pupuk NPK dengan takaran pupuk P dan K berdasarkan kadar atau status hara P dan K tanah. Untuk tanah dengan kandungan P rendah, takaran pupuk: 125 kg SP-36/ha. Untuk tanah dengan status P tinggi takaran pupuk: 50 kg/ha. Pupuk P diberikan pada saat tanam atau paling lambat pada umur 3 minggu. Pupuk K hanya diperlukan pada tanah yang mengandung hara K rendah yang diberikan sekaligus pada saat tanam bersamaan dengan pemberian pupuk Urea dan SP-36 sebagai pupuk dasar atau paling lambat pada umur 40 hari atau menjelang fase primordia.
  • Pemupukan Susulan. Pupuk susulan berupa 50 kg/ha Urea, diberikan 2 minggu kemudian dengan cara ditebar.
Pemilihan Varietas Padi dan Bibit Ikan
Varietas padi yang cocok untuk sistem mina padi adalah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:
    • Perakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat pergerakan ikan.
    • Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat genangan air. Batang kuat dan tidak mudah rebah, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi.
    • Tahan genangan pada awal pertumbuhan. Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun, sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat.
    • Varietas padi tahan hama dan penyakit.
Berdasarkan kreteria di atas maka petani banyak menjatuhkan pilihan pada varietas padi Ciherang. Jumlah benih padi yang diperlukan kurang lebih 25 kg/ha. Bibit padi dapat ditanam setelah ditumbuhkan terlebih dahulu selama 15-21 hari. Sistem tanam yang sering digunakan dalam mina padi Jajar Legowo 2:1 atau 4:1.
Adapun kriteria benih ikan yang cocok untuk mina padi yaitu:
  • Tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit,
  • Memiliki pertumbuhan cepat,
  • Disukai konsumen,
  • Nilai ekonominya tinggi, dan
  • Diutamakan yang tidak berwarna cerah untuk menghindari serangan hama terutama hama burung,
Jenis ikan yang bisa dipilih sesuai kriteria di atas yaitu ikan nila (ukuran 5-8 cm).
Penebaran Benih Ikan
Waktu yang tepat untuk menebar benih ikan yaitu di saat tanaman padi berumur 30 HST (Hari Setelah Tanam) yaitu setelah penyiangan pertama dan pemupukan dasar. Penebaran dapat dilakukan pada sore atau pagi hari.
Ini bertujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Jumlah benih ikan tebar padat dengan ukuran 5-8 cm kurang lebih berjumlah 1000-2000 ekor/hektar.
Pengaturan air setelah penebaran benih ikan dengan ketinggian mengikuti pertumbuhan tanaman. Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang saringan dari kawat atau anyaman bambu untuk mencegah keluarnya ikan yang dipelihara dan mencegah ikan liar masuk ke dalam petakan sawah.
Pada pintu pengeluaran air perlu diatur sedemikian rupa, untuk menahan air sesuai dengan kebutuhan dan membuang air yang berlebihan pada saat terjadi hujan.
Pemeliharaan Ikan
Pemberian pakan ikan dapat diberikan setelah 3 hari benih ikan ditebar di sawah. Jenis pakan dipilih adalah pakan apung dengan kadar protein 28-32%. Pemberian pakan dihentikan setelah ikan berkurang nafsu makannya. Periode pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari.
Untuk memelihara kesuburan padi maka dapat diberikan pupuk kandang setelah ikan berumur 2-3 minggu, dengan cara ditebar. Dosis yang digunakan kurang lebih 0,25 kg/m2.
Pemanenan
Saat panen yang paling tepat adalah ketika 90% gabah menguning. Panen ikan dilakukan 10 hari sebelum panen padi dengan cara mengeringkan petakan sawah. Setelah air surut maka ikan akan terkumpul pada kamalir/parit.
Ikan yang ada dalam kamalir kemudian digiring menuju ke bak penampungan, selanjutnya ikan ditangkap dengan menggunakan scoop-net. Ikan-ikan yang tertangkap kemudian ditampung di tempat penampugan yang berisi air bersih.


Daftar Pustaka







                               

Jumat, 14 Juni 2019

Cara dan Teknik Sortir Lele


CARA DAN TEKNIK SORTIR LELE



Sortir lele adalah kegiatan menyeleksi ikan lele sesuai dengan ukuran yang diharapkan. Penyortiran ini bertujuan mendapatkan keseragaman ukuran ikan lele . Selain itu untuk memisahkan ikan  lele  yang memiliki ukuran yang lebih besar karena akan memakan ikan  lele yang berukuran lebih kecil, sebab lele termasuk jenis ikan yang memiliki sifat kanibal (memakan sesamanya), terutama di tingkat bibit , lele lebih cendrung memilik sifat kanibalisme lebih tinggi
Perilaku lele kanibal paling sering terjadi pada saat tengah malam atau menjelang pagi. Pada waktu itu biasanya lele masih aktif aktifnya dan jumlah makanan menipis atau kurang sehingga lele yang besar (kuat) akan memakan lele yang kecil atau lemah.
Ketidak seragaman ini biasanya di akibatkan pemberian pakan ikan lele yang tidak merata adapun sebab yang lain adalah karena sewaktu menetas tidak bersamaan , ini sudah lumrah terjadi khusunya di pembenihan lele
Ada beberapa faktor yang menyebabkan ukuran lele tidak seragam. Meskipum bibit lele dari induk yang sama biasanya telur lele tidak menetas secara bersamaan. Meskipun perbedaan menetas hanya sehari dua hari akam mempengaruhi masa pertumbuhan terutama pada saat masih larva.
Fakror lain yang mempengaruhi pertumbuhan lele biasanya pada saat perebutan makanan ada lele yang kalah bersaing sehingga jatah makanan yang dikonsumsi lebih sedikit artinya nutrisi yang dimasukkan dalam tubuh juga lebih sedikit dan akhirnya akan mempengaruhi tingkar pertumbuhan.
Akibat Kalau Ikan Tidak di Sortir

Dampak buruk jika ikan tidak disortir populasi ikan lele di dalam kolam cepat berkuruang yang besar akan memakan yang kecil sehingga target tidak tercapai dan bisa berakibat kerugian dalam segalahal yakni kerugian waktu ,
maka dalam budidaya ikan penyortiran adalah kegiatan wajib dalam segmen budidaya baik pembesaran ataupun pembenihan agar tidak rugi karena kita berbudidaya untuk mencari untung.
salah satunya sortir sesuai jadwal,yang di mksd sortir sesuai jadwal yakni ketika keseragaman ikan tidak lagi merata maka lakukanlah penyortiran untuk  Cara Dan Teknik Sortir Lele Yang Benar persiapan yang harus kita lakukan ialah


Persiapan Dan Teknik Sortir Lele Yang Benar
·         Kolam penyortiran 
·         Waring / hapa
·         Serokan 
·         Baskom
·         Bak sortir sesuai 
·         Kolam untuk hasil sortir 
·         Air tandon 
1 hari sebelum waktu penyortiran sebaiknya ikan dipuasakan, ini menghindari ikan memuntahkan pakan ataupun ikan menjadi lemah, dan pastikan ikan yang hendak di sortir dalam kondisi sehat.
siapkan kolam yang nantinya akan di gunakan untuk menebar bibit yang telah kita sortir cara amannya yakni air kolam lele yang hendak di sortir airnya di ambir sekitar 30%( bagian atas}
Untuk mengambilnya bisa menggunakan slang , ikatlah saringan pada ujung slang bertujuan agar ikan tidak masuk kedalam kolam yang kita persiapakan
Setelah itu air yang ada di kolam yang di persiapkan, di tambahkan dengan air baru  sesuaikan ketinggian air kolam ,kalau saya pribadi lebih suka dengan ketinggian air 40 cm ke atas karena suhu lebih stabil sedangkan yang mempunyai air tandon tidak perlu melakukan hal diatas teknik tersebut
kolam penyortiran bisa menggunakan air baru namun kalau air tidak begitu melimpah anda bisa menggunakan air kolam lama di tambah dengan air baru 50-50%
waring atau hapa di gunakan untuk mempermudah penyortiran di masukan di dalam lalau ujung ujung nya di ikiat agar permukaan hapa tidak tenggelam
Baksortir untuk memisahkan ukuran sesuai dengan keinginan, biasanya setiap sortir itu terdapat 3 ukuran paling besar sedang dan paling kecil
Kolam untuk sortir kolam yang telah di persiapkan dengan air tandon atua yang telah di mix dengan airlama tujuanya agar ikan tidak stress ketia dengan lingkungan baru

Penyortiran Ikan Lele Yang Bena

siapkan kolam yang akan digunakan untuk menyortir usahakan tidak jauh dari kolam utama lele, kemudian isi kolam dengan air dengan ketinggian kurang lebih 30 sampai 40 cm. usahakan suhu air kolam dan susu kolam sortir tidak memiliki perbedaan yang jauh. jangan lupa lakukan penyesuaian pH air agar lele tidak setres.
siapkan bak sortir yang sesuai dengan ukuran lele (siapkan bak sortir dalam 3 ukuran).
kurangi air di dalam kolam agar memudahkan dalam pengambilan lele. serok lele menggunakan serokan yang telah disiapkan kemudian tempatkan pada ember.
masukkan lele kedalam bak sortir yang telah disiapkan pada ukuran yang kecil dahulu. masukkan setengah bagian bak kedalam kolam kemudian biarkan lele yang ukurannya kecil keluar dari lubang bak sortir.
setelah lele kecil keluar pundahkan kekolam sortir kedua, lele yang berada di bak sortir pertama dipindahkan ke bak sortir yang kedua kemudian celupkan bak sortir kekolam hingga lele kecil keluar. setelah selesai pindahkan ke kolam ketiga.
setelah sortir selesai masukkan lele pada kolam yang telah disiapkan sesua dengan ukuran sortir (menjadi 3 kolam). Baca juga : Tahapan Budidaya Lele Sistem Bioflok
proses sortir di lakukan pada pagi dan sore hari karen cuaca tidak begitu terik , saya pribadi lebih suka penyortiran di lakukan pada sore hari alasannya waktu lebih panjang di bandingkan pagi hari
Setelah tau waktu yang tepat maka yang kita lakukan adalah pengeringan kolam yang hendak di sortir , pengiriman kolam jangan ekstrem aturlah air yang keluar agar bibit tidak terhisap ke saringan outlet anda , nah jika air suda tidak seberapa maka hal yang dialakukan adalah penyerokan bibit bagi yang menggunakan pipa outlet tinggal tampung dengan serokan di pipa outlet tersebut dan di pindah baskom
ikan lele yang telah terkumpul di baskom di masukan kedalam happa lakukan hal seperti diatas samap benar benar kolam yang hendak di sortir telah habis ikan nya
sortir ikan di usahakan jangan terlalu kasar, karena akan berdampak burtuk pada ikan lele kulit terkelupas stress dan lain lain berikut Masalah yang akan timbul dalam peyotrian ikan lele yang tidak benar

Penyakit ini diakibatkan oleh jamur
maka dala proses penyortiran ikan lele kita mesti tau Cara dan teknik sortir lele yang benar agar masalah satu ilang masalah lain yang datang semoga Cara dan teknik sortir lele yang benar bermanfaat bagi patilers

Daftar Pustaka



                               

Cara Membuat Pakan Lele dari Dedak


CARA MEMBUAT PAKAN LELE DARI DEDAK



Pakan merupakan salah satu komponen penunjang keberhasilan ternak lele. Hal ini karena ikan lele memiliki nafsu makan yang kuat.
Untuk itu tidak mengherankan jika saat ini banyak orang yang berlomba lomba mencari pakan alternatif ikan lele dalam budidaya agar bisa memberikan keuntungan berlipat ganda sekaligus mempercepat proses pertumbuhan ikan lele sehingga akan lebih cepat panen. Dalam ulasan kali ini, kami akan membahas tentang cara membuat pakan lele dari dedak yang bisa dijadikan referensi sebagai pakan tambahan untuk menghemat biaya produksi dalam budidaya yang 
Dedak merupakan limbah yang berasal dari pengolahan padi menjadi beras dengan kualitas beragam tergantung dari varietas padi yang digunakan. Dedak padi adalah bagian dari kulit ari beras yang dilakukan pada saat proses pemutihan beras.
Dedak padi sudah sangat sering digunakan untuk pakan ternak dan juga budidaya ikan karena mengandung gizi yang sangat tinggi, memiliki harga sangat terjangkau, cukup mudah untuk diperoleh dan untuk menggunakan dedak ini juga tidak bersaing dengan manusia.
Produksi dedak padi di Indonesia sendiri terbilang sangat tinggi yakni bisa mencapai 4 ton setiap tahun dan dalam setiap kuwintal padi bisa menghasilkan antara 18 hingga 20 gram dedak.
Dedak menjadi bahan pakan yang sudah digunakan oleh sebagian besar peternak Indonesia yang sebagian besar pakannya berasal dari limbah agro industri. Dedak padi ini memiliki kandungan serat kasar yang sangat tinggi yakni hingga mencapai 13.5% dan energi antara 1640 hingga 1890 kkal/kg. Namun dibalik kelebihannya, pakan yang terbuat dari dedak juga memiliki kekurangan yakni asam amino terbilang rendah begitu juga dengan kandungan mineral dan juga vitamin dalam dedak.
Cara Membuat Pakan Lele Dedak Halus
Makanan lele ini dedak halus ini merupakan jenis pakan alternatif yang sangat baik diberikan untuk meningkatkan proses pertumbuhan ikan lele khususnya dalam cara ternak ikan lele organik. Dalam pakan dedak halus untuk ikan lele ini mengandung banyak nutrisi, mineral dan juga vitamin yang sangat dibutuhkan dalam budidaya ikan lele secara sederhana. Untuk anda yang ingin membuat pakan lele ini, silahkan simak beberapa cara mudah yang akan kami berikan berikut ini.
1.    Persiapan Bahan Pakan
Untuk membuat pakan ikan lele dedak halus ini, ada beberapa bahan penting yang harus dipersiapkan. Beberapa bahan tersebut diantaranya adalah:
·         Pelet sebanyak 2.5 kilogram
·         Dedak sebanyak 5 kilogram
·         Garam sebanyak 5 sendok makan
·         Ikan asin sebanyak 0.25 kilogram
·         Air sebanyak 5 liter
·         Minyak goreng secukupnya.
2.    Persiapan Wadah
Sesudah semua bahan untuk pakan dalam budidaya lele organik di kolam terpal atau jenis kolam lainnya dengan menggunakan dedak halus, maka ada beberapa wadah dan peralatan yang harus dipersiapkan. Persiapkan wadah atau tempat yang nantinya akan digunakan untuk menaruh dedak beserta dengan bahan bahan lainnya. Baik dedak halus ataupun dedak kasar, wadah yang bisa digunakan adalah memakai ember besar untuk mencampur semua bahan.
3.    Persiapan Bahan Tambahan
Siapkan juga bahan tambahan dan juga campuran yang nantinya akan ditambahkan dalam pakan ikan lele dedak halus. Ada bisa menyiapkan pelet untuk melembutkan dan menghaluskan tekstur dedak halus dan juga kasar. Gunakan jenis pelet yang didalamnya mengandung 20% protein. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mempercepat proses pertumbuhan lele sebab protein yang akan bekerja paling utama di pencernaan ikan lele.
4.    Tambahkan Garam
Menambahkan garam dalam campuran pakan ikan lele dedak halus ini dalam ember berguna untuk mengawetkan dan juga menjaga nutrisi yang terkandung dari semua bahan bahan selama proses memasak sehingga tidak sampai merusak nutrisi yang terkandung dalam bahan. Agar aroma pakan ikan lele dedak halus ini bisa ditingkatkan, maka penambahan ikan asin bersama semua bahan sangat penting dilakukan yang sangat cocok diberikan pada cara penangkaran lele dumbo.
5.    Tambahkan Minyak Goreng Sayur
Bahan berikutnya yang bisa ditambahkan dan dicampurkan dalam bahan di ember adalah minyak goreng sayur. Kegunaan dari minyak sayur ini adalah untuk menambah aroma pakan ikan lele agar baunya lebih menyengat sehingga bisa dikonsumsi ikan lele dengan lahap. Namun jika aroma atau bau yang dihasilkan dari adonan, maka penambahan minyak goreng sayur ini bisa digunakan secukupnya saja.
6.    Aduk Semua Bahan
Sesudah semua bahan pakan untuk cara ternak lele di daerah dingin atau panas masuk dalam ember, maka silahkan campur sampai rata semua bahan tersebut kemudian tambahkan cairan alami secara perlahan yakni air secukupnya. Aduk semua bahan hingga perlahan hingga semua bahan tersebut membentuk adonan yang kental.
7.      Mengukus Adonan
Langkah selanjutnya yang bisa digunakan untuk membuat pakan lele dari dedak halus. Pindahkan adonan yang sudah jadi tersebut dalam panci untuk mengukus. Kukus adonan tersebut selama kurang lebih 1 jam. Apabila warna adonan tersebut sudah berubah warna menjadi matang dan tercium aroma yang sangat harum bahkan bisa sampai tercium seperti ketika membuat kue yang diolah dengan cara khusus. Apabila warna adonan sudah berubah warna menjadi coklat tua, maka ini merupakan ciri jika adonan sudah matang. Angkat segera adonan tersebut kemudian diamkan.
8.    Siapkan Wadah Penyimpanan
Langkah terakhir yang bisa anda lakukan untuk cara membuat pakan pelet dalam budidaya lele sangkuriang di kolam terpal dari dedak halus adalah menempatkan adonan pakan yang sudah matang tersebut sebaiknya dimasukkan dalam tempat atau wadah yang memiliki beberapa lubang kecil dengan tujuan agar air dalam pakan tersebut bisa keluar. Diamkan makanan lele dari dedak tersebut selama sekitar 24 jam atau selama semalam sebelum nantinya akan diberikan untuk budidaya lele dalam kolam beton, kolam tanah dan juga pemeliharaan kolam.

9.    Cara Pemberian Pakan Ikan Lele
Sesudah cara membuat pakan ikan lele dari dedak sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya yang bisa dipersiapkan adalah cara pemberian pakan pada ikan lele sebelum nantinya bisa diberikan sebagai pakan organik.
·         Kepal kepalkan pakan ikan lele yang sudah jadi tersebut lalu masukkan ke dalam kolam.
·         Selain sangat disukai ikan lele, namun aroma kuat yang dihasilkan dari bahan alami pakan organik ini juga bisa membuat ikan lele nafsu makan sekaligus akan saling direbutkan ikan lele. Berikan pakan organik ini adalah minimal sebanyak 2 kali sehari dan untuk waktu pemberian pakan ikan lele ini adalah ketika malam hari.
·         Agar aroma yang dihasilkan dari pakan ikan lele bisa bertambah kuat, maka setiap kali pakan akan diberikan, maka semprotkan terlebih dahulu dengan minyak sayur.

Fermentasi Dedak

Selain membuat pakan ikan lele dari dedak halus, cara membuat pakan ikan lele selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah membuat fermentasi dedak. Fermentasi dedak ini memiliki keunggulan yakni lebih awet ketika disimpan sekaligus bisa meningkatkan kandungan gizi dalam pakan dedak tersebut sekaligus baik untuk mencegah penyakit pada ikan lele. Selain itu, teknologi dedak padi fermentasi ini bisa menurunkan kadar asam fitat dalam dedak padi sehingga penggunaannya bisa lebih maksimal.
Asam fitat ini bisa terikat bersama dengan mineral, protein dan juga pati yang kemudian membentuk garam atau senyawa komplek sehingga kandungan mineral, protein dan juga pati dalam pakan bisa lebih optimal. Tujuan dari fermentasi ini adalah untuk memecah kandungan serat, protein dan juga karbohidrat menjadi senyawa sederhana yang sekaligus juga bisa dibuat dengan menggunakan bakteri, ragi, fungsi ataupun kombinasi dari ketiga bahan dalam kondisi tertutup atau anaerobik.
1.    Persiapan Bahan
Seperti ketika membuat pakan ikan lele dari dedak halus, membuat fermentasi dedak ini juga butuh beberapa persiapan bahan yakni dedak padi yang masih segar, drum atau kantong plastik untuk mencampur bahan, air dan juga molasses.
2.    Cara Pembuatan Pakan Fermentasi Dedak
Sesudah semua bahan dipersiapkan, maka bisa dilanjutkan untuk cara membuat pakan dari dedak fermentasi tersebut sebagai cara budidaya lele agar cepat panen.
·         Siapkan dedak padi kemudian campur dengan air sebanyak 25% dari berat total dedak pagi beserta dengan molasses sebanyak 3% dari berat dedak padi yang digunakan.
·         Tambahkan campuran larutan air dan juga molasses ke dalam wadah berisi dedak dan aduk hingga benar benar tercampur rata.
·         Masukkan ke dalam drum atau kantong plastik kemudian tutup sampai rapat.
·         Untuk proses fermentasi dedak padi menjadi pakan ikan lele ini membutuhkan waktu sekitar 1 bulan dalam suhu kamar.
Jika tanda fermentasi sudah selesai, maka akan tercium bau wangi dengan tekstur dedak yang sedikit menggumpal serta terasa hangat ketika disentuh. Sebelum nantinya pakan fermentasi dedak ini diberikan pada ikan lele, maka terlebih dahulu harus diangin anginkan. Fermentasi dedak yang sudah jadi ini juga bisa dikeringkan kemudian disimpan dalam waktu lama yang bisa tahan hingga sampai 3 bulan tanpa menimbulkan bau tengik dan juga kondisi dedak yang terlalu kering.

Daftar Pustaka